[ad_1]

Menteri Persatuan Nitin Gadkari. Mengajukan. | Kredit Foto: PTI
Klaim bahwa BJP menentang Muslim dan minoritas lainnya sepenuhnya salah dan partai tersebut percaya pada tradisi India dan keyakinan akan kesejahteraan dunia, kata Menteri Persatuan Nitin Gadkari pada Senin (6 April 2026).
Berbicara kepada para pekerja partai di Nagpur, Gadkari mengatakan BJP bukanlah sebuah kasta atau komunal, dan menambahkan bahwa para penentangnya telah mencoba mencemarkan nama baik mereka selama beberapa dekade terakhir.
“BJP tidak menentang agama apa pun. Partai kami meyakini cara beribadah setiap orang berbeda-beda dan setiap orang berhak menganut agamanya. Meski berbeda cara beribadah, kita semua orang India. Budaya, sejarah, dan warisan kita adalah satu,” tegasnya.
Dia mengatakan informasi yang salah tersebar bahwa BJP adalah partai yang berasal dari kasta tertentu, dan terkait dengan orang-orang yang membunuh Mahatma Gandhi.
Bapak Gadkari mengingat wawancara yang diberikan oleh mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee kepada penulis naskah-penyair Javed Akhtar di mana penerima penghargaan Bharat Ratna ditanya apakah sekularisme berada dalam bahaya jika BJP berkuasa di India.
“Vajpayee menjawab bahwa India adalah negara sekuler dan akan selalu sekuler. Ia mengatakan hal ini terjadi bukan karena BJP-RSS tetapi karena budaya, sejarah, dan inklusivitas mayoritas komunitas Hindu,” kata Gadkari pada pertemuan tersebut.
“Rashtriyatva, Bhartiyatva adalah Hindutva. Hindu bukanlah kasta, sekte atau agama.
BJP bekerja untuk kesejahteraan negara dan mengupayakan air bersih, jalan yang baik, lapangan kerja, kebebasan dari kelaparan dan standar hidup yang baik bagi warga negara, kata Menteri Persatuan.
“BJP telah banyak bekerja sejak awal berdirinya dan berupaya membangun kepemimpinan buruh sebagai bagian dari ‘karyakarta se netritva’ untuk menjadikan India negara adidaya. Jabatan bersifat sementara dan harus rendah hati saat mendudukinya. Bisa kapan saja, tapi jabatan BJP karyakarta bersifat permanen,” imbuhnya.
Bapak Gadkari juga mengingat pertemuannya sebagai Menteri Pengiriman Persatuan dengan mantan Pemimpin Tertinggi Iran mendiang Ayatollah Khamenei ketika pekerjaan di Pelabuhan Chabahar sedang berlangsung di negara tersebut.
Selama percakapan, Khamenei menanyakan asal usul bahasa Persia, kata Gadkari.
Ketika dia menjawab bahwa dia tidak tahu, Khamenei-lah yang mengatakan bahasa Persia berasal dari bahasa Sansekerta, tambah Gadkari.
Khamenei juga memberitahunya bahwa nenek moyangnya berasal dari sebuah desa dekat Lucknow, tambah pemimpin senior BJP.
Diterbitkan – 06 April 2026 14:58 WIB
