[ad_1]
Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun diculik dari prosesi keagamaan di Nagpur minggu lalu dan secara tidak sengaja dibunuh oleh para tawanannya ketika mereka mencoba untuk membuatnya pingsan. Polisi telah menangkap tiga pria atas dugaan keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.
Remaja tersebut dibujuk ke sebuah mobil oleh terdakwa ketika dia sedang menghadiri sebuah acara Shobha Yatra yang dilakukan untuk memperingati Hanuman Jayanti pada Sabtu, 2 April, kata polisi. Kendaraan itu kemudian dibawa ke suatu lokasi di pinggiran kota, kata Komisaris Polisi Nagpur Ravinder Singal.
Ketiga penculik tersebut diduga mencoba membius bocah tersebut dengan memberinya racun tikus. Meski begitu, anak tersebut tidak kehilangan kesadaran, kata Singal. Setelah itu, para penculik mencekiknya untuk membuatnya pingsan, menurut polisi.
Namun, anak tersebut meninggal akibat penyerangan fisik, kata Singal. Terdakwa kemudian membuang jenazahnya keesokan harinya, kata polisi.
Mengutip interogasi mereka, Singal mengatakan bahwa orang-orang tersebut berencana meminta uang tebusan sebesar Rs 40–50 lakh dari ayah anak laki-laki tersebut, yang merupakan pedagang grosir sayuran.
Ketiganya telah merencanakan penculikan setidaknya 20 hari sebelumnya, menurut polisi. Mereka sudah mengenal ayah remaja tersebut karena mereka biasa membeli sayuran darinya, kata Singal.
Polisi sangat bergantung pada bukti teknis seperti rekaman CCTV dan catatan data panggilan untuk melacak tersangka dan menemukan jenazah anak laki-laki tersebut. Orang-orang yang ditangkap diduga merencanakan penculikan tersebut agar mereka dapat melunasi utangnya menggunakan uang tebusan, kata polisi.
– Berakhir
(Berdasarkan masukan dari Yogesh Pande)
