[ad_1]
Kru Artemis 2 saat ini sedang menyaksikan tontonan surgawi yang tidak dapat dilihat oleh manusia di Bumi.
Saat pesawat luar angkasa Orion melintas di belakang Bulan, para astronot telah memasuki periode gerhana matahari total.
Dari sudut pandang uniknya di luar angkasa, Bulan telah sepenuhnya mengaburkan Matahari, mengubah siang hari menjadi kegelapan yang pekat dan selembut beludru.
Penyelarasan langka ini, yang dimulai pada 06:05 IST, memungkinkan empat anggota awak mengamati atmosfer terluar Matahari, yang dikenal sebagai korona matahari, tanpa silau yang menyilaukan dari piringan matahari.
MENGAPA ANALISIS KORONA SURYA PENTING?
Korona matahari adalah wilayah yang sangat menarik perhatian ilmiah karena jauh lebih panas daripada permukaan Matahari, sebuah misteri yang masih coba dipecahkan oleh fisikawan matahari.
Dengan menggunakan Bulan sebagai perisai alami, para astronot dapat melihat filamen tipis korona yang berkilauan hingga ke luar angkasa.
Para kru menggunakan kamera khusus dan kacamata pelindung untuk mendokumentasikan fitur-fitur ini.
Pengamatan mereka akan memberikan para ilmuwan di darat perspektif baru tentang angin dan jilatan api matahari, yang dapat mempengaruhi komunikasi satelit dan jaringan listrik di Bumi.
Seperti Apa Bulan Saat Gerhana?
Dengan posisi Matahari tepat di belakang Bulan, lanskap bulan tampak suram dan menghantui.
Namun, Bulan tidak sepenuhnya gelap gulita. Para astronot melihat pinggiran bulan bersinar dengan cahaya redup dan seperti hantu saat corona mengintip dari tepinya.
Fase yang sebagian besar gelap ini memberikan latar belakang kontras tinggi yang sempurna bagi kru untuk mengidentifikasi fitur geologi halus di sisi jauh yang biasanya tersapu oleh sinar matahari langsung.
Presisi adalah segalanya, karena kru harus bertindak cepat sebelum Matahari muncul kembali.
BERAPA LAMA TOTAL GERHANA AKAN TERAKHIR?
Gerhana luar angkasa ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 7:02 pagi IST pada hari Selasa.
Berbeda dengan gerhana di Bumi yang hanya berlangsung beberapa menit, peristiwa ini jauh lebih lama karena lintasan pesawat ruang angkasa yang spesifik dan kedekatannya dengan Bulan.
Para kru menghabiskan jendela selama satu jam ini secara berpasangan, dengan satu astronot mendeskripsikan struktur corona sementara yang lain mengambil gambar resolusi tinggi.
Setelah Matahari muncul dari balik permukaan bulan, para kru akan menyimpulkan observasi sains utama mereka dan bersiap untuk perjalanan panjang pulang.
– Berakhir
Dengarkan
[ad_2]
Astronot Artemis 2 menyaksikan gerhana matahari langka saat berada di belakang Bulan. Jam tangan
