[ad_1]

Salvo drone: Pasar jalanan yang terkena serangan drone Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Nikopol, pada 4 April 2026. | Kredit Foto: Reuters
Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan mematikan pada malam hari dan pada Sabtu pagi (4 April 2026), menewaskan 10 orang dan melukai beberapa lusin lainnya, kata pejabat kedua belah pihak pada Sabtu (4 April 2026).
Serangan itu terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan perjalanan ke Istanbul untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Kami berupaya memperkuat kemitraan kami untuk memastikan perlindungan nyata terhadap kehidupan, memajukan stabilitas, dan menjamin keamanan di Eropa dan Timur Tengah. Upaya bersama selalu membuahkan hasil terbaik,” kata Zelenskyy dalam sebuah postingan di Telegram setelah tiba di Istanbul.
Rusia menembakkan 286 drone ke Ukraina semalam, 260 di antaranya jatuh, kata Angkatan Udara Ukraina dalam sebuah pernyataan.
Lima orang – tiga perempuan dan dua laki-laki – tewas di kota Nikopol di wilayah Dnipropetrovsk, dan 19 lainnya terluka, kata kepala administrasi militer regional Oleksandr Hanzha. Serangan itu merusak kios-kios pasar dan sebuah toko.
Di wilayah Donetsk yang sebagian diduduki, serangan pesawat tak berawak Rusia menghantam sebuah mobil sipil, menewaskan seorang wanita dan melukai lainnya.
Sementara itu, kepala wilayah Luhansk yang diduduki Rusia, Leonid Pasechnik, mengatakan pasukan Ukraina menyerang infrastruktur kereta api di wilayah tersebut dan rumah-rumah pribadi, menewaskan satu keluarga beranggotakan tiga orang.
Diterbitkan – 04 April 2026 22:12 WIB
[ad_2]
Perdagangan Rusia dan Ukraina mogok saat Zelenskyy pergi ke Turkiye
