[ad_1]
Pemimpin TVK Aadhav Arjuna pada hari Sabtu menuduh bahwa DMK dan BJP berada di balik film mendatang yang menurutnya ditujukan untuk menghina ketua partai Vijay, dan memperingatkan bahwa film semacam itu “tidak akan bertahan sehari pun” di bioskop.
Berbicara kepada wartawan, Arjuna mengatakan upaya untuk merendahkan pemimpin mereka melalui bioskop adalah bagian dari taktik politik dan mempertanyakan siapa yang memberi wewenang kepada pembuat film untuk membuat film yang menargetkan Vijay.
Merujuk pada Jananayagan, ia mempertanyakan bagaimana sebuah film bernuansa politik bisa diizinkan untuk dirilis jika film Vijay sendiri menghadapi kendala. Meski mengaku tidak mengetahui isi film tersebut, Arjuna mengaku telah menerima informasi yang menunjukkan bahwa BJP dan DMK beroperasi di belakang layar.
Dia menegaskan bahwa tanggapan penonton terhadap film-film Vijay, dengan teaser yang menarik 10 hingga 15 crore penayangan, mencerminkan daya tarik massa sang pemimpin dan mengatakan film apa pun yang dibuat untuk menentangnya akan gagal bertahan bahkan untuk setengah hari.
Sebelumnya, Aktor yang berubah menjadi politisi dan ketua TVK Vijay berada di bawah pengawasan ketat setelah muncul ketidaksesuaian dalam pernyataan tertulis pemilu mengenai kasus kriminal yang tertunda, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai norma keterbukaan informasi menjelang pemilihan Majelis Tamil Nadu mendatang.
Menurut dokumen yang ditinjau oleh India Today TV, pernyataan tertulis Vijay yang diajukan dari Perambur menyatakan bahwa tidak ada kasus yang menunggu keputusan terhadapnya. Namun, pernyataan tertulisnya dari Tiruchirappalli (Timur) menyebutkan ada dua kasus yang menunggu keputusan.
Ketidakcocokan ini telah memicu kekhawatiran atas keakuratan dan kelengkapan pernyataannya. Pakar hukum mengindikasikan bahwa satu-satunya tindakan perbaikan yang tersedia dalam situasi seperti ini adalah penyerahan pernyataan tertulis yang telah direvisi untuk mengklarifikasi perbedaan tersebut.
– Berakhir
