[ad_1]

Seorang pria membersihkan puing-puing rumahnya yang rusak, roboh setelah hujan lebat di Bannu, provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Berkas | Kredit Foto: Reuters
Setidaknya 45 orang tewas dan 105 orang luka-luka dalam insiden terkait hujan di provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut Pakistan selama 10 hari terakhir, kata Otoritas Manajemen Bencana Provinsi (PDMA) pada Minggu (5 April 2026).
Dalam laporan yang mencakup kerusakan akibat hujan terus-menerus sejak 25 Maret, PDMA menyebutkan bahwa dari total 45 korban jiwa, 23 diantaranya adalah anak-anak, 17 laki-laki dan 5 perempuan, sedangkan korban luka terdiri dari 45 laki-laki, 16 perempuan, dan 44 anak-anak.
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan atap dan dinding runtuh di beberapa kabupaten di provinsi tersebut, kata laporan PDMA, yang menyoroti banyaknya korban jiwa dan material di seluruh provinsi tersebut.
Setidaknya 442 rumah terkena dampaknya, 382 di antaranya rusak sebagian, dan 60 rumah hancur di lebih dari dua lusin distrik.
Laporan PDMA lebih lanjut menyatakan bahwa operasi penyelamatan dan pertolongan sedang berlangsung, dengan PDMA, Rescue 1122, pemerintah kabupaten, dan lembaga terkait lainnya bekerja dalam koordinasi yang erat.
Sementara itu, Direktur Jenderal PDMA telah memperingatkan bahwa hujan baru diperkirakan akan terjadi di berbagai wilayah di provinsi tersebut hingga tanggal 9 April dan menyarankan para wisatawan untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu, terutama ke daerah-daerah yang rentan dan sensitif, dan untuk secara ketat mengikuti peringatan dan peringatan resmi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah.
Diterbitkan – 06 April 2026 11:10 WIB
[ad_2]
Setidaknya 45 orang tewas, termasuk 23 anak-anak, di Pakistan Barat Laut dalam insiden terkait hujan
