[ad_1]
Emas dan perak mengawali minggu ini dengan melemah, dan jika Anda mengikuti tren, penurunan baru-baru ini mungkin menarik perhatian Anda. Perpaduan antara ketegangan global, penguatan dolar, dan kekhawatiran penurunan suku bunga tampaknya turut berperan.
HARGA DI BAWAH TEKANAN
Emas dan perak dibuka lebih rendah di Multi Commodity Exchange (MCX) pada hari Senin. Emas turun di bawah angka Rs 1,5 lakh dan diperdagangkan pada Rs 1.49.513, turun Rs 167, pada saat penulisan. Perak turun lebih tajam, turun Rs 1.336 menjadi Rs 2.31.159.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penguatan dolar AS, yang cenderung membuat logam mulia menjadi kurang menarik. Pada saat yang sama, ketegangan global telah menambah ketidakpastian pasar.
KETEGANGAN TIMUR TENGAH MEMBEBANI SENTIMEN
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang kemungkinan serangan terhadap infrastruktur utama jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Hal ini telah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi, meningkatkan kekhawatiran seputar inflasi. Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang kuat telah mengurangi harapan penurunan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve AS. Faktor-faktor ini bersama-sama memberikan tekanan pada emas dan perak.
Menurut Gaurav Garg, analis riset di Lemonn Markets Desk, “Penguatan dolar AS baru-baru ini sangat membebani logam mulia, karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan meningkatnya kekhawatiran inflasi terus mengurangi sentimen investor, sehingga mengarah pada pandangan hati-hati terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve. Selain itu, harga minyak mentah turun tipis menjadi $111,33 per barel (sekitar Rs 10.336), mencerminkan sedikit penurunan sebesar 0,19%, karena para pedagang tetap bertahan.” waspada di tengah ketidakpastian geopolitik.”
Pakar pasar Ponmudi R, CEO Enrich Money, mengatakan emas menunjukkan tanda-tanda pelemahan di level yang lebih tinggi.
“MCX Gold diperdagangkan di kisaran Rs 1,48,000–Rs 1,49,000 dengan penjualan terlihat di level yang lebih tinggi. Pasar tidak mampu mempertahankan reli, menunjukkan kekuatan yang memudar,” katanya.
Dia menambahkan, pergerakan di atas Rs 1,50,000 dapat menghidupkan kembali momentum dan mendorong harga menuju Rs 1,52,000–Rs 1,55,000. Namun jika harga turun di bawah Rp 1,47,000, maka penurunannya bisa meluas hingga Rp 1,45,000 atau bahkan Rp 1,40,000.
PERAK TETAP VOLATILE
Perak juga menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, dengan harga bergerak dalam kisaran yang sempit namun berfluktuasi.
“MCX Silver berada di kisaran Rs 2,30,000–Rs 2,31,000 dengan volatilitas tinggi dan kurangnya pembelian berkelanjutan. Pasar mencoba bertahan, tetapi tidak menunjukkan kekuatan,” jelas Ponmudi R.
Ia mencontohkan, resistensinya ada di Rp 2.33.000–Rs 2.34.000. Penembusan di atasnya dapat membawa harga lebih tinggi ke Rs 2,37,000–Rs 2,40,000. Sisi negatifnya, jika harga turun di bawah Rs 2,30,000, penurunan lebih lanjut menuju Rs 2,25,000 atau bahkan Rs 2,20,000 mungkin terjadi.
APAKAH INVESTOR HARUS MEMBELI ATAU MENJUAL?
Untuk saat ini, suasana pasar secara keseluruhan masih berhati-hati. Harga tidak menunjukkan pergerakan kenaikan yang kuat, dan faktor global terus menciptakan ketidakpastian.
Ini mungkin bukan waktu terbaik untuk melakukan pembelian secara agresif. Investor yang berencana masuk dapat mempertimbangkan untuk membeli dalam jumlah kecil saat harga turun daripada berinvestasi sekaligus. Mereka yang sudah memegang emas atau perak mungkin lebih memilih untuk tetap berinvestasi namun harus tetap memperhatikan tingkat harga utama.
Singkatnya, kesabaran tampaknya menjadi pendekatan yang lebih aman saat ini, karena pasar mencari arah yang lebih jelas.
– Berakhir
[ad_2]
Emas tergelincir di bawah Rs 1,5 lakh: Apakah ini waktu yang tepat untuk membeli atau menunggu?
