[ad_1]
Dalam operasi gabungan, Sel Khusus Kepolisian Delhi dan Pasukan Anti-Terorisme Maharashtra (ATS) telah menangkap dua tersangka dari Mumbai karena diduga merencanakan serangan teror di ibu kota negara.
Terdakwa, yang diidentifikasi sebagai Mossab Ahdam alias Kalam Kalyan dan Mohammad Hamad Kollara (keduanya warga Mumbai), telah dibawa ke Delhi untuk diinterogasi lebih lanjut.
Menurut penyelidik, kedua pria tersebut sangat radikal dan diduga memiliki hubungan dengan berbagai organisasi teror, termasuk Jaish-e-Mohammed (JeM) dan ISIS. Sumber kepolisian mengatakan para tersangka juga terkait dengan jaringan ekstremis online seperti “Misi Khilafat” dan “Prajurit Nabi”.
Para pejabat mengatakan duo tersebut diduga telah “dicuci otak” melalui petugas online dan melakukan kontak dengan seseorang yang diidentifikasi sebagai Abu Hufezah, yang diyakini terkait dengan JeM dan terlibat dalam aktivitas perekrutan online.
Investigasi awal menunjukkan bahwa para tersangka sedang mempelajari cara merakit alat peledak rakitan dan diduga berencana melakukan serangan di Delhi menggunakan bom yang disembunyikan di dalam mobil mainan.
Penyelidik juga menyelidiki kemungkinan kaitannya dengan modul pan-India yang lebih luas. Sumber mengindikasikan bahwa empat hingga lima anak di bawah umur di Mumbai, yang diduga dipengaruhi oleh propaganda ISIS, berada di bawah radar Sel Khusus. Pihak berwenang saat ini sedang menilai tindakan yang tepat dalam kasus tersebut.
Polisi mengatakan interogasi berkelanjutan terhadap tersangka yang ditangkap sedang dilakukan untuk mengetahui keseluruhan jaringan, saluran pendanaan, dan target potensial.
– Berakhir
[ad_2]
2 teroris Jaish-e-Mohammed ditangkap di Mumbai karena merencanakan serangan mobil mainan di Delhi
