[ad_1]
Operasi keamanan diluncurkan di lembaga-lembaga pertahanan utama di Bengaluru setelah serangkaian email ancaman bom dikirim ke kantor-kantor yang terkait dengan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO). Investigasi mengambil arah politik ketika pengirim diduga mengeluarkan ancaman serius terhadap Ibanidhi Stalin, putra Wakil Ketua Menteri Tamil Nadu, Udaynidhi Stalin, untuk menculiknya.
Ancaman tersebut, yang secara khusus ditujukan pada Gas Turbine Research Institution (GTRE), menyatakan bahwa 13 alat peledak improvisasi (IED) gas sianida telah ditanam di dalam lokasi tersebut. Email-email tersebut, yang ditulis dalam bahasa Tamil, langsung memicu kepanikan dengan adanya peringatan akan adanya ledakan terkoordinasi yang dijadwalkan pada pukul 13.10, sehingga mendorong para pejabat untuk memulai evakuasi darurat dan protokol penyisiran.
Pengirim menggunakan ID Kiruthiha.udhayanidhi@hotmail, dan pesan tersebut ditandatangani oleh kelompok yang mengidentifikasi dirinya sebagai “Ordo Malaikat (09A)” dan berisi referensi tentang dugaan motif politik dan agama.
Pihak berwenang menemukan ancaman tersebut selama verifikasi email rutin, sehingga menyebabkan polisi setempat dan pasukan khusus penjinak bom melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas yang menjadi sasaran.
Meskipun pencarian belum menemukan alat peledak apa pun, keamanan telah ditingkatkan secara signifikan di seluruh instalasi pertahanan sensitif di wilayah tersebut.
Sumber kepolisian mengkonfirmasi bahwa setidaknya delapan email terpisah yang berisi konten salinan-tempel yang identik telah dikirim dari alamat yang sama pada tanggal yang berbeda, yang menunjukkan kampanye yang gigih dan tepat sasaran.
Lembaga penegak hukum dan unit kejahatan dunia maya kini berupaya melacak asal dan kredibilitas pengirimnya.
– Berakhir
