[ad_1]
Pernyataan baru-baru ini dari pemimpin BJP Assam Shiladitya Dev yang menyamakan partainya dengan “Ganga Jal” telah memicu kegaduhan politik setelah ia menggunakannya untuk membela perpindahan Ketua Menteri Himanta Biswa Sarma dari Kongres. Dalam sebuah wawancara dengan Newslaundry, Dev mengatakan para pemimpin yang bergabung dengan BJP secara efektif “dibersihkan”.
Ditanya tentang perubahan haluan Sarma setelah bergabung dengan BJP, Dev mengatakan perubahan tersebut bukanlah masalah di dalam partai. “BJP itu seperti Gangga Jal. Ketika Anda berenang di Sungai Gangga, Anda terbebas dari segala dosa Anda. Jadi, ketika siapa pun datang ke BJP, mereka akan terbebas dari dosa. bebas dari dosa”katanya.
Ia juga membahas tuduhan “mesin cuci” yang diajukan pihak oposisi, yang sering kali digunakan untuk menyarankan agar para pemimpin yang menghadapi tuduhan mendapatkan keringanan setelah berpindah pihak. “Kongres menyebutnya mesin cuci karena lebih ke kegiatan komersial. Kami lebih alim, sedikit religius, makanya kami sebut Ganga Jal,” ujarnya.
PERTANYAAN ATAS PARTY SWITCH
Diskusi juga beralih ke bagaimana BJP menangani para pemimpin yang sebelumnya mereka targetkan. Merujuk pada kritik masa lalu terhadap tokoh-tokoh seperti Pradyut Bordoloi, yang baru-baru ini pindah ke BJP dari Kongres, Deb ditanya apakah tuduhan tersebut akan dikesampingkan begitu para pemimpin berpindah pihak.
“Kami akan membersihkannya juga, jangan khawatir,” jawab Dev, melanjutkan argumen yang sama.
POSISI GARIS KERAS HIMANTA
Dalam beberapa tahun terakhir, posisi politik Himanta Biswa Sarma telah menarik perhatian karena fokusnya yang tajam pada identitas dan migrasi, khususnya di kalangan Muslim berbahasa Bengali di Assam. Pernyataannya mengenai komunitas “Miya” dan seruannya untuk menciptakan kondisi yang akan mendorong orang-orang yang diduga sebagai migran tidak berdokumen untuk “pergi sendiri” telah memicu penolakan politik dan hukum, dengan munculnya petisi dan pengaduan yang menuduh adanya ujaran kebencian dan penargetan komunal.
Namun, pemerintah negara bagian tersebut menyatakan bahwa tindakannya ditujukan pada perambahan ilegal dan migrasi tidak berdokumen, bukan pada komunitas tertentu.
POLLING DI SEKITAR SUDUT
Pertukaran ini terjadi beberapa hari sebelum pemungutan suara di Assam, di mana BJP berusaha mempertahankan kekuasaan di bawah kepemimpinan Sarma. Pemungutan suara untuk Majelis yang beranggotakan 126 orang dijadwalkan pada tanggal 9 April, dan penghitungan suara ditetapkan pada tanggal 4 Mei, menjadikan retorika kampanye dan posisi politik sebagai hal yang penting dalam pemilu tersebut.
– Berakhir
Dengarkan
