[ad_1]
Kedutaan Besar Iran di Pakistan dan Afrika Selatan menanggapi dengan tajam ibu dari salah satu dari dua pilot F-15 AS yang pesawatnya jatuh di Iran, dengan memperingatkan bahwa putra-putranya menghadapi bahaya yang lebih besar di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump daripada di tahanan Iran.
Dalam postingan di X, kedutaan besar Iran menyoroti perlakuan Iran terhadap tawanan.
“Pastikan anak-anak Anda lebih dalam bahaya jika bersama DJ Trump daripada ditahan di Iran. Berdoalah agar dia ditawan oleh Iran daripada ditemukan oleh tim penyelamat AS! Sebagai warga Iran yang Muslim dan beradab, kami tahu bagaimana memperlakukan tawanan dalam tahanan dengan bermartabat dan hormat,” tulis Kedutaan Besar Iran di Pakistan.
Kedutaan Besar di Afrika Selatan menambahkan: “Di Iran, jauh sebelum undang-undang kemanusiaan ditulis, hak-hak tawanan perang (tawanan perang) sudah ditetapkan. Kami tidak memperlakukan tawanan perang seperti sekutu biadab Anda, Zionis. Kami memiliki peradaban Iran. Kami tidak hidup seperti di Zaman Batu, seperti Amerika”.
Tanggapan dari Iran muncul setelah ibu pilot memposting di media sosial, yang memohon doa bagi pilot jet tempur F-15 AS yang hilang yang ditembak jatuh dalam operasi tempur sehari sebelumnya.
“Tolong simpan dua pilot F-15 yang ditembak jatuh dalam doa Anda malam ini. Salah satu putra saya adalah seorang pilot pesawat tempur, dan saya masih belum mendengar kabar apa pun dari dia atau unitnya. Hati saya sedih karena khawatir. Mohon doanya untuk semua pilot dan keluarganya,” tulisnya.
Iran menjatuhkan dua pesawat militer AS dalam insiden terpisah pada hari Jumat. Salah satu awak kapal berhasil diselamatkan, sementara setidaknya satu orang masih hilang, menandai peningkatan besar dalam konflik Timur Tengah yang telah berlangsung hampir lima minggu.
Secara terpisah, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pesawat serang A-10 AS jatuh di Teluk Persia setelah kontak dengan pasukan pertahanan Iran, meskipun seorang pejabat AS mengatakan tidak jelas apakah pesawat itu ditembak jatuh atau jatuh.
Rekaman media sosial menunjukkan drone, pesawat terbang, dan helikopter Amerika memindai wilayah pegunungan di mana TV yang berafiliasi dengan pemerintah Iran mengatakan setidaknya satu pilot telah menyelamatkan diri dari jet tempur tersebut.
Insiden tersebut bertepatan dengan penembakan Iran terhadap sasaran di Timur Tengah, sehingga meningkatkan ketegangan dengan Israel dan sekutu Teluk Arab. Sirene dilaporkan di Bahrain. Arab Saudi dan UEA mengatakan mereka menghancurkan beberapa drone Iran, dan Israel melaporkan rudal masuk.
– Berakhir
Dengarkan
