[ad_1]
Iran telah menolak usulan gencatan senjata AS dan menyampaikan tanggapannya melalui Pakistan, kantor berita negara Islamic Republic News Agency melaporkan pada hari Senin. Tanggapan tersebut memperjelas bahwa Teheran tidak terbuka terhadap gencatan senjata sementara, melainkan menekankan perlunya “pengakhiran perang secara permanen.”
Jawaban Iran disusun dalam kerangka 10 klausul yang lebih dari sekadar gencatan senjata langsung. Pada intinya, Iran meminta diakhirinya perang secara permanen, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di Lebanon dan Gaza, serta jaminan tegas bahwa konflik tidak akan terulang kembali. Mereka juga menginginkan pengakuan atas kendali mereka atas Selat Hormuz, termasuk hak untuk mengatur lalu lintas dan memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati rute tersebut.
TEHERAN PERMINTAAN HAK NUKLIR
Proposal tersebut juga menyerukan agar semua sanksi ekonomi dicabut, yang telah lama memberikan tekanan pada perekonomian Iran. Selain itu, Teheran sedang mencari pengakuan formal atas haknya untuk memperkaya uranium berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), serta kompensasi atas kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh perang.
“Kami tidak akan menerima gencatan senjata begitu saja,” kata Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, kepada AFP. Pers Terkait pada hari Senin. “Kami hanya menerima berakhirnya perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi.”
Tanggapan ini datang menjelang tenggat waktu Trump untuk menyerang sektor energi dan infrastruktur Iran.
Pada saat yang sama, kata seorang pejabat Gedung Putih Berita CBS bahwa proposal gencatan senjata yang didukung Pakistan adalah “salah satu dari banyak ide” yang sedang dipertimbangkan, namun Donald Trump belum menandatanganinya. “Operasi Epic Fury terus berlanjut,” tambahnya.
Pakistan secara aktif bertindak sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat, bekerja di belakang layar untuk menjaga saluran komunikasi tetap terbuka di tengah ketegangan yang sedang memanas.
Mesir dan Turki, bersama Pakistan, memfasilitasi pertukaran pesan langsung antara utusan Trump Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
– Berakhir
