[ad_1]

Foto ini menunjukkan dampak kebakaran akibat serangan drone terhadap gedung Kuwait Petroleum Corporation di Kota Kuwait pada 5 April 2026. | Kredit Foto: AFP
Infrastruktur penting di seluruh Teluk mendapat serangan dari Iran pada Minggu (5 April 2026), dengan kerusakan dilaporkan terjadi di fasilitas sipil di Uni Emirat Arab, Bahrain dan Kuwait.
Baca juga: Update Perang Asia Barat 5 April 2026
Negara-negara Teluk berulang kali menghadapi serangan drone dan rudal dari Iran sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel terhadap republik Islam tersebut yang dimulai pada akhir Februari.
Iran telah menargetkan energi dan infrastruktur industri lainnya di negara-negara Teluk yang kaya minyak, dan menuduh negara-negara tetangganya membiarkan pasukan AS melakukan serangan dari wilayah mereka. Negara-negara Teluk dengan keras membantah tuduhan tersebut.
Serangan drone Iran pada Minggu (5 April 2026) mengakibatkan kerusakan “parah” pada fasilitas minyak dan petrokimia Kuwait, kata perusahaan minyak negara.
Kuwait Petroleum Corporation mengatakan sejumlah fasilitas anak perusahaannya, Petrochemical Industries Company, menjadi sasaran serangan yang “mengakibatkan terjadinya kebakaran di beberapa fasilitas tersebut dan menyebabkan kerusakan material yang parah”.
Sebelumnya, Kementerian Listrik dan Air Kuwait mengatakan dua pembangkit listrik dan desalinasi air rusak akibat serangan pesawat tak berawak dari Iran, menyebabkan “kerusakan material yang signifikan dan penutupan dua unit pembangkit listrik”.
Di Kuwait City, Kementerian Keuangan mengatakan serangan pesawat tak berawak Iran menyebabkan kerusakan “luas” pada gedung pemerintah, namun “tidak ada korban jiwa yang tercatat”. Sebelumnya, pihak berwenang di Abu Dhabi mengatakan mereka sedang memadamkan api di pabrik petrokimia di Kota Industri Ruwais di pantai barat laut UEA.

“Operasi di fasilitas tersebut telah segera dihentikan sementara kerusakannya dinilai. Tidak ada korban cedera yang dilaporkan,” kata kantor media emirat Teluk setelah Kementerian Pertahanan UEA sebelumnya mengatakan pihaknya merespons serangan rudal dan drone.
Perusahaan Industri Petrokimia Teluk Bahrain mengatakan kebakaran di unit operasinya setelah serangan pesawat tak berawak Iran dapat dikendalikan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Diterbitkan – 05 April 2026 22:52 WIB
[ad_2]
Iran menyerang infrastruktur energi di UEA, Bahrain, dan Kuwait
