[ad_1]

Orang-orang berkumpul saat tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel di daerah Jnah di Beirut, Lebanon, pada 5 April 2026. | Kredit Foto: Reuters
Serangan Israel di Beirut selatan dan sekitarnya menewaskan sedikitnya empat orang pada Minggu (5 April 2026), sehari setelah Israel mengancam akan menyerang perbatasan utama Lebanon dengan Suriah, sehingga memaksa perbatasan tersebut ditutup.
Baca juga: Update Perang Asia Barat 5 April 2026
Militer Israel juga melancarkan serangan mematikan di selatan Lebanon, salah satunya menewaskan tujuh orang, termasuk satu keluarga beranggotakan enam orang.
Hizbullah pada Minggu (5 April 2026) mengaku telah menembakkan rudal jelajah ke kapal perang Israel di lepas pantai, namun militer Israel mengatakan pihaknya “tidak mengetahui” kejadian tersebut.
Salah satu serangan Israel di Beirut pada hari Minggu menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 39 orang di lingkungan Jnah, kata Kementerian Kesehatan Lebanon. Pesawat itu mendarat sekitar 100 meter dari rumah sakit umum, kata sumber medis.
Serangan lain menghantam sebuah bangunan di tempat lain di Jnah yang telah diperingatkan oleh militer Israel akan menjadi sasarannya.
Sementara itu, Presiden Lebanon Joseph Aoun pada hari Minggu menegaskan kembali seruannya untuk melakukan perundingan dengan Israel, dengan mengatakan bahwa dia ingin menyelamatkan wilayah selatan negaranya dari kehancuran seperti yang terjadi di Gaza. “Memang benar bahwa Israel mungkin ingin melakukan hal yang sama di Lebanon selatan seperti yang mereka lakukan di Gaza,” kata Aoun dalam pidato yang disiarkan televisi setelah Israel melancarkan serangan udara dan serangan darat terhadap Hizbullah.
Diterbitkan – 05 April 2026 22:33 WIB
[ad_2]
Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon, menewaskan sedikitnya 11 orang
