[ad_1]
Ketua Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee pada hari Minggu mendesak masyarakat untuk menggunakan suara mereka dalam pemilihan Majelis mendatang untuk “membalas dendam” atas nama mereka yang namanya dihapus dari daftar pemilih selama Revisi Intensif Khusus (SIR) di negara bagian tersebut.
Pemimpin Kongres Trinamool mengajukan permohonan tersebut saat berpidato di rapat umum pemilu di Samserganj, yang menjadi pusat kekerasan selama protes terhadap Undang-Undang Wakaf (Amandemen) di distrik Murshidabad yang mayoritas penduduknya Muslim pada bulan April 2025.
Dia mengatakan pada pertemuan tersebut: “Berikan suara Anda untuk membalas dendam atas penghapusan nama orang, dan menentang SIR sehingga hasilnya mencerminkan hal tersebut.”
Melancarkan serangan pedas terhadap Komisi Pemilihan Umum, CM Banerjee menuduh badan tersebut “menghapus nama beberapa orang, sambil mengintimidasi beberapa orang lainnya” dengan menyamar sebagai SIR di Benggala Barat, menurut kantor berita PTI.
Dalam serangan terselubung, dia menuduh Menteri Dalam Negeri Persatuan Amit Shah berada di balik penghapusan nama pemilih selama latihan tersebut. “Kalau punya nyali, langsung lawan,” ujarnya.
Dia juga mempertanyakan perlunya melakukan SIR sambil menegaskan bahwa daftar pemilih yang sama yang digunakan pada pemilu Lok Sabha tahun 2024 juga dapat digunakan dalam pemilu Majelis mendatang.
“Jika daftar pemilih memuat nama-nama penyusup, Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri juga menang dengan suara mereka sebelumnya, jadi mereka harusnya mengundurkan diri terlebih dahulu,” katanya, menurut laporan oleh PTI.
PANAS BENGAL MENINGKAT DENGAN CEPAT
Lanskap politik di Benggala Barat menyaksikan peningkatan tajam dalam pertikaian politik ketika partai-partai dan para pemimpin berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan saingan mereka menjelang pemilihan Majelis yang dijadwalkan akan diadakan di negara bagian tersebut akhir bulan ini.
Pada hari Minggu, Perdana Menteri Narendra Modi mengadakan rapat umum pemilihan umum di distrik Cooch Behar, Benggala Barat. Dia berusaha menyudutkan pemerintah negara bagian Trinamool atas gherao petugas kehakiman di Malda.
Dia menuduh partai berkuasa mencalonkan diri “maha hutanraj”. PM Modi juga menggambarkan pemilu legislatif tahun 2026 sebagai pertarungan langsung antara Partai Demokrat dan Partai Demokrat “anak laki-laki” (ketakutan) yang disebarkan oleh Kongres Trinamool dan BJP “bharosa” (memercayai).
Pemungutan suara untuk Majelis Benggala Barat yang beranggotakan 294 orang akan diadakan dalam dua tahap, tahap pertama pada tanggal 23 April dan tahap kedua pada tanggal 29 April. Penghitungan suara dijadwalkan pada tanggal 4 Mei.
– Berakhir
(Dengan masukan dari PTI)
Dengarkan
