[ad_1]

File gambar Letnan Jenderal Alexander Otroshchenko, Komandan Angkatan Darat ke-45 Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Armada Utara Rusia. Foto: Selebaran Kementerian Pertahanan Rusia melalui Reuters
Seorang Komandan senior Angkatan Udara Rusia tewas ketika sebuah pesawat angkut militer jatuh di Krimea yang dikuasai Rusia pekan lalu dan menewaskan 30 orang, menurut seorang pejabat senior yang dikutip media Rusia, Senin (6 April 2026).
Alexander Otroshchenko, Komandan Angkatan Darat ke-45 Angkatan Udara dan Pertahanan Udara Armada Utara, tewas dalam kecelakaan itu, kata Andrei Chibis, Gubernur wilayah Murmansk utara tempat armada tersebut berpangkalan.
Pesawat angkut militer An-26 jatuh ke tebing di Krimea pada 31 Maret. Kementerian Pertahanan Rusia segera mengatakan bahwa penyebab awal adalah kerusakan teknis.
An-26 telah beroperasi sejak akhir tahun 1960an dan juga telah digunakan oleh maskapai penerbangan untuk mengangkut barang, namun model tersebut telah terlibat dalam sejumlah kecelakaan mematikan selama dekade terakhir.
An-26 Ukraina jatuh saat penerbangan di wilayah Zaporizhzhia tenggara Ukraina pada tahun 2022, menewaskan satu orang. Pesawat lain jatuh dalam penerbangan pelatihan di timur laut Ukraina pada tahun 2020, menewaskan semua kecuali satu dari 27 orang di dalamnya.
Delapan orang, termasuk lima warga Rusia, tewas ketika sebuah An-26 jatuh di Sudan Selatan pada tahun 2020. Empat dari 10 orang di dalamnya tewas ketika sebuah An-26 jatuh saat mendarat di Pantai Gading di Afrika Barat pada tahun 2017.
Diterbitkan – 06 April 2026 14:28 WIB
