1. Kurangi Garam
Terlalu banyak natrium menyebabkan tubuh menahan air, menyebabkan peningkatan volume darah dan tekanan di arteri. Dr Sood menyoroti bahwa mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 6–7 mmHg, mengutip penelitian. Orang dewasa sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 2.300 mg natrium per hari—sekitar satu sendok teh garam—atau 1.500 mg untuk mereka yang sudah menderita hipertensi. Memasak dengan bahan-bahan segar dan rempah-rempah sebagai pengganti campuran garam kemasan dapat sangat membantu.
2. Tambahkan Asam Lemak Omega-3
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan mackerel kaya akan asam lemak omega-3 yang meningkatkan kelenturan pembuluh darah dan mengurangi resistensi pembuluh darah. Asupan EPA dan DHA sebesar 2–3 gram setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 2–3 mmHg, menurut penelitian.
3. Menggabungkan Kacang-kacangan dan Protein Nabati
Kacang-kacangan, lentil, dan buncis kaya akan potasium, magnesium, dan serat—nutrisi yang membantu mengendurkan pembuluh darah dan mendukung aliran darah yang stabil. Asupan teratur sekitar setengah hingga satu cangkir kacang-kacangan tiga hingga lima kali seminggu telah dikaitkan dengan sedikit peningkatan pada tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.
4. Makan Sayuran Kaya Nitrat
Sayuran seperti bayam, bit, dan arugula secara alami meningkatkan kadar oksida nitrat, membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi. Dr Sood menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 80 gram bayam atau 100–200 mL jus bit setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 5 mmHg.
5. Camilan Kacang Tawar
Kacang-kacangan seperti kenari, pistachio, dan almond menyediakan magnesium, arginin, dan lemak sehat yang membantu menjaga kelenturan arteri. Penelitian menunjukkan bahwa pistachio, khususnya, dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 2 mmHg bila dimakan beberapa kali seminggu.
6. Pilihlah Produk Susu Fermentasi
Yogurt dan kefir, jika dibuat dari kultur hidup dan sedikit atau tanpa tambahan gula, dapat membantu mendukung fungsi pembuluh darah. Dr Sood menyebutkan bahwa produk susu fermentasi tertentu menghasilkan peptida penghambat ACE alami yang membantu vasodilatasi. Studi menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik sekitar 5 mmHg setelah delapan minggu konsumsi secara konsisten (PMID: 38472804).
Dr Sood menekankan bahwa menggabungkan strategi diet ini akan membangun landasan yang kuat untuk kesehatan pembuluh darah jangka panjang. Bersama-sama, keduanya membentuk pendekatan yang seimbang dalam mengelola tekanan darah secara alami—mendukung kesehatan jantung, meningkatkan sirkulasi, dan mengurangi ketergantungan pada obat-obatan bagi banyak orang.
