[ad_1]
Sebuah studi baru menemukan bahwa orang yang mengidap Obstructive Sleep Apnea menghadapi risiko lebih tinggi terkena masalah jantung serius atau bahkan kematian dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Penelitian tersebut, yang akan dipresentasikan pada Kongres Eropa tentang Obesitas 2026 di Istanbul pada bulan Mei, menemukan bahwa orang dewasa dengan sleep apnea memiliki peluang 71% lebih tinggi untuk mengalami kejadian yang berhubungan dengan jantung atau meninggal karena sebab apa pun.
Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Imperial College Health Partners, Imperial College Healthcare NHS Trust, dan perusahaan farmasi Eli Lilly and Company, yang mensponsori penelitian tersebut.
APA ITU APNEA TIDUR?
Apnea tidur obstruktif adalah gangguan tidur umum di mana pernapasan seseorang berhenti berulang kali saat tidur. Hal ini terjadi ketika jalan napas tersumbat dalam waktu singkat.
Penderita penyakit ini sering kali mendengkur keras, sering terbangun di malam hari, dan merasa sangat lelah di siang hari karena kualitas tidurnya yang buruk.
Dokter mengatakan kondisi ini berkaitan erat dengan kelebihan berat badan. Studi menunjukkan bahwa 40% hingga 70% penderita sleep apnea mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan masalahnya cenderung lebih parah pada penderita obesitas.
MELIHAT JUTAAN CATATAN KESEHATAN
Untuk memahami bagaimana sleep apnea mempengaruhi kesehatan jangka panjang, para peneliti menganalisis catatan kesehatan elektronik dari 2,9 juta orang yang tinggal di barat laut London.
Mereka mengidentifikasi 20.300 orang dewasa yang didiagnosis menderita apnea tidur dan membandingkannya dengan 97.412 orang dengan usia dan latar belakang kesehatan yang sama namun tidak menderita kondisi tersebut.
Peserta dipantau hingga empat tahun untuk melihat siapa yang mengalami masalah jantung atau meninggal.
RISIKO KEJADIAN JANTUNG DAN KEMATIAN LEBIH TINGGI
Temuan menunjukkan perbedaan yang jelas antara kedua kelompok.
Dalam empat tahun:
- 26,3% penderita sleep apnea mengalami serangan jantung parah atau meninggal
- 17,5% orang tanpa apnea tidur mengalami hasil yang sama
Secara keseluruhan, penderita sleep apnea mempunyai risiko 71% lebih tinggi mengalami hal ini.
Peristiwa jantung termasuk kondisi seperti serangan jantung dan stroke.
MASALAH KESEHATAN LAINNYA JUGA LEBIH UMUM
Para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan sleep apnea lebih mungkin mengembangkan kondisi kesehatan lain seiring berjalannya waktu.
Dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami gangguan ini, mereka memiliki tingkat:
- Kegemukan
- Diabetes Tipe 2
- Osteoartritis
- Kecemasan
- Depresi
Orang dengan sleep apnea juga lebih sering mengunjungi dokter dan rumah sakit dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
BANYAK ORANG TETAP TERDIAGNOSA
Meskipun pengobatan sudah ada, para ahli mengatakan apnea tidur masih banyak yang terlewatkan atau tidak diobati.
Terapi yang umum dilakukan adalah mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), yang membantu menjaga jalan napas tetap terbuka selama tidur dengan mengalirkan aliran udara yang stabil melalui masker.
Namun, banyak orang dengan kondisi tersebut tidak pernah dites atau diobati.
DIAGNOSA DINI DAN PENGENDALIAN BERAT BADAN ADALAH KUNCI
Heather Fitzke, salah satu penulis studi dari Imperial College Health Partners di London, mengatakan temuan ini menyoroti pentingnya mendeteksi kondisi ini sejak dini.
Menurut para peneliti, skrining yang lebih baik untuk sleep apnea dan peningkatan pengelolaan berat badan dapat membantu mengurangi risiko komplikasi kesehatan serius yang terkait dengan gangguan tersebut.
Mereka menambahkan bahwa ini adalah salah satu penelitian terbesar di luar Amerika Serikat yang meneliti bagaimana sleep apnea memengaruhi kesehatan jantung dan kelangsungan hidup di dunia nyata.
– Berakhir
