[ad_1]
Institut Kesehatan Nasional (NIH) mengatakan bahwa penyakit hati berlemak non-alkohol adalah penyebab utama penyakit hati di seluruh dunia, dengan perkiraan kejadian global sebesar 47 kasus per 1.000 penduduk. Para ahli mengatakan bahwa jika Anda memperhatikan kebiasaan makan sehat maka Anda dapat membawa beberapa perubahan dan membantu Anda mencegah perlemakan hati.
Saurabh Sethi, ahli gastroenterologi terlatih di universitas AIIMS, Harvard, dan Stanford, baru-baru ini membagikan video di Instagram, di mana dia menjelaskan 3 minuman alami yang dia rekomendasikan kepada pasiennya untuk penyakit hati berlemak. Dalam video singkat namun informatif di Instagram, Dr Sethi bercerita tentang tiga minuman yang sering ia rekomendasikan kepada pasiennya yang menderita penyakit hati berlemak.
BACA JUGA: CEO JPMorgan Jamie Dimon membalas petisi karyawan yang bekerja dari rumah, mengatakan 'tidak mengolok-olok Zoom tapi…'
Bagaimana cara mengatasi perlemakan hati?
“Tiga Minuman yang Sering Saya Rekomendasikan untuk Pasien Saya dengan Penyakit Hati Berlemak. Didukung oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman klinis, minuman ini dapat membantu mengurangi lemak hati, memperbaiki pencernaan, dan mendukung kesehatan hati secara keseluruhan,” tulis Dr Saurabh Sethi dalam captionnya.
Ahli gastroenterologi menyoroti manfaat meminum 3 minuman ini: jus bit, kopi, dan teh hijau. Dia juga menekankan konsumsi yang moderat dan hati-hati untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari setiap minuman.
–Teh hijau: Dr Sethi menjelaskan, teh hijau kaya akan katekin seperti EGCG, senyawa yang terbukti meningkatkan enzim hati dan mengurangi penumpukan lemak. Beberapa cangkir teh hijau dalam seminggu dapat membantu hati Anda tetap dalam kondisi yang lebih baik sekaligus memberikan peningkatan kafein yang lembut. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PMC bertajuk 'Therapeutic Benefits of Green Tea Extract' on Berbagai Parameter pada pasien Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol, ditemukan bahwa teh hijau menawarkan berbagai manfaat. Dapat meningkatkan penanda metabolik, kimia, inflamasi, dan radiologi pada pasien non-diabetes dengan penyakit hati berlemak.BACA JUGA: Dokter Harvard memperingatkan tentang 10 pemanis 'sehat' yang paling membahayakan tubuh Anda: Lihat mana yang terbaik dan terburuk untuk Anda
Studi tersebut mencatat bahwa teh hijau mengandung ribuan senyawa bioaktif, dengan hampir sepertiganya terdiri dari polifenol—terutama flavonoid. Diantaranya, katekin adalah flavonoid utama yang menarik perhatian karena potensi manfaat kesehatannya. Para peneliti menyoroti bahwa katekin menunjukkan sifat yang dapat membantu dalam mengelola beberapa kondisi, termasuk penuaan, kanker, penyakit Parkinson, stroke, diabetes, infeksi bakteri, diare, fibrosis, peradangan, stres oksidatif, dan aterosklerosis.
–Teh bit: Dr Sethi menjelaskan bahwa jus bit mengandung betalain – antioksidan kuat yang membantu melindungi sel hati dan mengurangi penumpukan lemak. “Minumlah secukupnya,” sarannya, “agar gulanya tidak melebihi manfaatnya.” Minum segelas beberapa kali seminggu dapat memberikan manfaat besar dalam mendukung kesehatan hati.
Sebuah studi berjudul Membandingkan efek jus bit dan diet Mediterania pada enzim hati dan penampilan sonografi pada pasien dengan penyakit hati berlemak non-alkohol: uji coba kontrol acak, menyatakan bahwa jus bit berpotensi sebagai pengobatan yang efektif untuk penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) pada orang dewasa, sesuai laporan TOI.
-Kopi: Selanjutnya, Dr Sethi merekomendasikan agar penderita penyakit hati berlemak minum kopi karena dapat menurunkan risiko penyakit hati berlemak dan fibrosis. “Pilih yang organik dan lewati gula: sedikit madu, buah biksu, atau stevia tanpa bahan tambahan erythritol semuanya baik-baik saja,” rekomendasinya. Menurut dokter, kopi bisa menurunkan risiko perlemakan hati dan fibrosis. Dia merekomendasikan memilih kopi organik dan melewatkan gula.
BACA JUGA: Lima hal paling berbahaya yang Anda lakukan pada ginjal tanpa Anda sadari, ahli jantung terkemuka memperingatkan
Sebuah penelitian bertajuk Kopi dan Penyakit Hati menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan peningkatan kadar enzim hati, termasuk ALT, AST, dan GGTP, terutama pada orang yang berisiko terkena penyakit hati. Studi tersebut mencatat bahwa mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi sehari di antara pasien dengan penyakit hati dikaitkan dengan kemungkinan lebih rendah terkena fibrosis, sirosis, dan kanker hati, serta penurunan angka kematian. Para peneliti juga melaporkan bukti eksperimental yang menunjukkan bahwa kopi yang kaya akan asam klorogenat (CGA) dapat membantu mengatur intoleransi glukosa dan dapat mengurangi perkembangan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) pada tikus yang mengalami obesitas.
(Dengan masukan TOI)
(Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu minta nasihat dari dokter Anda jika ada pertanyaan tentang suatu kondisi medis)
