[ad_1]
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin membuat klaim yang mengejutkan, mengungkapkan kemungkinan adanya tahi lalat di dalam pemerintahannya saat berpidato di konferensi pers penting mengenai penyelamatan penerbang Amerika dari Iran baru-baru ini.
Dia mengindikasikan bahwa para pejabat secara aktif berupaya mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas membocorkan rincian operasi penyelamatan sensitif di Iran.
Trump mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut mengungkap keberadaan penerbang AS kedua yang masih terdampar di Iran setelah penyelamatan awal. Dia mencatat bahwa informasi ini sebelumnya tidak diketahui oleh pasukan Iran, dan pengungkapannya mempersulit misi tersebut.
Dalam pengarahan tersebut, Trump menyatakan, “Kami berusaha sangat keras untuk menemukan pembocor itu.” Dia memperingatkan bahwa pemerintah akan mendesak organisasi media yang bertanggung jawab menerbitkan laporan tersebut untuk mengungkapkan sumbernya. Menekankan keseriusannya, ia menambahkan, “Keamanan nasional – menyerah atau masuk penjara.”
Trump juga mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap jurnalis yang terlibat dalam berita tersebut. Tanpa menyebut nama reporter atau outletnya, dia berkata, “Orang yang membuat berita tersebut akan masuk penjara jika dia tidak mengatakannya, dan itu tidak akan bertahan lama.”
Menggambarkan pembocor itu sebagai “orang sakit”, Trump menyatakan keprihatinannya bahwa pengungkapan tersebut telah mengingatkan pihak berwenang Iran. Hal ini, menurutnya, dapat membahayakan penerbang yang terdampar dan pasukan AS yang terlibat dalam misi penyelamatan.
Lebih lanjut ia merinci skala operasi penyelamatan kedua yang melibatkan 155 pesawat. Upaya tersebut mencakup pesawat pengebom, jet tempur, tanker pengisi bahan bakar, dan unit penyelamat khusus.
Komentar Presiden tersebut menyoroti sifat sensitif dari misi tersebut dan tantangan yang ditimbulkan oleh pelanggaran keamanan internal. Upaya mencari sumber kebocoran masih terus dilakukan.
Pernyataan Trump menggarisbawahi fokus pemerintah dalam melindungi keamanan nasional dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran data.
– Berakhir
(Dengan masukan dari agensi)
Dengarkan
