[ad_1]
Kesalahan besar yang dilakukan polisi Bijnor mendapat sorotan setelah terungkapnya informasi baru terkait dugaan modul ISI yang diungkap oleh Pasukan Anti-Terorisme (ATS) Uttar Pradesh.
Perkembangan tersebut berpusat di sekitar Aqib, yang kini diduga bertindak sebagai penghubung antara agen Saqib yang ditangkap dan seorang pengendali ISI yang berbasis di Pakistan. Penyelidik mengatakan Aqib, yang saat ini berbasis di Dubai, memainkan peran penting dalam memfasilitasi kontak antara Saqib dan pawangnya.
Yang menimbulkan pertanyaan serius adalah video November tahun lalu, di mana Aqib terlihat memegang sesuatu yang tampak seperti granat tangan dan senapan AK-47. Meskipun videonya menjadi viral pada saat itu, polisi Bijnor tetap memberikan komentar positif kepadanya.
Polisi kemudian menyimpulkan bahwa senjata yang terlihat dalam video tersebut adalah mainan plastik dan menutup masalah tersebut. Dalam panggilan video, Aqib dikabarkan mengatakan kepada polisi bahwa AK-47 dan granatnya terbuat dari plastik.
Namun, penyelidikan ATS kini membuat Aqib kembali menjadi fokus. Saqib, alias 'Iblis', ditangkap dari Lucknow pada tanggal 2 April bersama tiga orang lainnya karena diduga berusaha meledakkan kotak sinyal kereta api di bawah instruksi dari petugas ISI yang berbasis di Pakistan. Saat diinterogasi, Saqib dan rekannya mengungkapkan bahwa mereka menjalin kontak dengan pawang melalui Aqib.
Menyusul temuan ATS, tindakan telah dimulai terhadap pejabat polisi setempat yang sebelumnya mengabaikan kasus tersebut. Petugas stasiun Nangalsoti saat itu, Inspektur Sachin Singh Malik, telah diskors, sementara penyelidikan departemen telah diperintahkan terhadap Petugas Lingkaran Nitesh Pratap Singh.
Inspektur Polisi Bijnor telah mengarahkan proses departemen terhadap petugas yang terlibat setelah meninjau laporan ATS, yang menandai penanganan sebelumnya terhadap video viral tersebut.
Penyelidikan lebih lanjut mengenai masalah ini sedang dilakukan.
– Berakhir
