[ad_1]

Sejarawan MyNaa Swamy. File foto: Pengaturan Khusus
Sejarawan MyNaa Swamy mengatakan prasasti Telugu dari zaman Achyuta Deva Raya telah ditemukan di Brindavanam (taman Tulsi) di kuil Sri Chintala Venkataramana Swamy di Tadipatri di distrik Anantapur. Dia mengunjungi kuil tersebut bersama dengan mantan Ketua Kota Tadipatri JC Prabhakar Reddy.
Sejarawan menjelaskan bahwa prasasti tersebut mengatakan bahwa 'Brindavanam' (Benteng Tulsi), yang dihiasi dengan patung-patung khusus, dibangun pada tahun Vikari Shravana Bahula 15 (tanggal Inggris 1539 Agustus), sebagai simbol dari 12 Alwars, yang merupakan penyembah Waisnawa. Di Brindavanam, berhala dari empat inkarnasi Shri Maha Wisnu yang melambangkan empat Yuga telah dipahat dengan indah. Di sisi timur terdapat patung Dewa Wisnu; di sisi barat-Narasimha; di sisi utara berhala Rama; dan di sisi selatan terlihat patung Sri Bala Krishna.
“Selain roda (chakra), keong, dan gada (gada) yang merupakan senjata Sri Maha Wisnu, Sivalinga yang melambangkan filosofi Saiva juga merupakan pemandangan langka di Brindavanam,” tambah MyNaa Swamy. Ia mengatakan, ini merupakan kesaksian atas pengabdian Kaisar Achyuta Deva Raya saat itu dan keharmonisan semua agama.
Sejarawan mengunjungi Tadipatri atas undangan Bapak Prabhakara Reddy dan MLA JC Asmith Reddy, yang berupaya menempatkan Tadipatri di peta negara sebagai tujuan wisata. Sebagai bagian dari penelitiannya, ia mengunjungi Kuil Swamy Sri Chintala Venkataramana dan mengungkap fakta menarik tentang Brindavanam dan prasasti sejarah di atasnya.
Meskipun candi-candi di Tadipatri memiliki kekayaan patung yang setara dengan candi-candi terkenal lainnya seperti Lepakshi, Gorantla, Kadiri, dan Somapalem, para sejarawan kurang memperhatikannya.
MyNaa Swamy mengimbau para sejarawan dan peneliti di universitas untuk fokus pada kekayaan arsitektur dan sejarah kuil-kuil ini dan menjadikannya lebih terlihat oleh dunia luar.
Diterbitkan – 04 April 2026 13:30 WIB
