Seorang dokter yang berbasis di Tamil Nadu dilaporkan ditahan di kota Sochi, Rusia pada bulan September dan istrinya kini telah menghubungi pusat tersebut dan pemerintah negara bagian untuk melakukan intervensi guna membawanya kembali ke India.
Dokter tersebut diidentifikasi sebagai Dr K Jagadeeswaran dan istrinya menuduh bahwa dia telah menjadi sasaran penyiksaan dan penghinaan di dalam tahanan karena alasan yang tidak mereka ketahui, kantor berita PTI melaporkan, menambahkan bahwa kesehatannya telah memburuk.
Meskipun dokter tersebut kini telah dibebaskan dari tahanan, ia tidak memiliki dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan ke Moskow agar ia dapat kembali ke India.
'Teman yang menemani ke Rusia'
Pasangan tersebut telah tinggal di Armenia sejak Jagadeeswaran mendapat gelar kedokteran dari sebuah universitas di sana pada tahun 2022. Jagadeeswaran dan istrinya mengunjungi India pada bulan Agustus dan dari sana dia menemani temannya ke Rusia setelah dia meminta bantuannya untuk menemaninya karena Jagadeeswaran fasih berbahasa.
“Sejak suami saya bekerja di sebuah rumah sakit di Armenia, kami tinggal di sana mulai tahun 2022. Sudah tiga tahun setelah pernikahan kami. Kami hanya ingin mengunjungi keluarga kami di Tamil Nadu dan tiba di sini pada bulan Agustus,” kata istrinya seperti dikutip PTI.
Teman Jagadeeswaran menjalankan sebuah konsultan pendidikan di Rusia dan ingin dia menemaninya dalam pengurusan visa turis, katanya.
Keduanya berangkat dari Chennai pada tanggal 15 September, kata istrinya, seraya menambahkan bahwa masalah tersebut dimulai setelah mereka mencapai bandara Sochi di mana mereka dibawa untuk diinterogasi oleh otoritas imigrasi.
Jagadeeswaran dan temannya ditahan setelah mereka melihat paspornya dan mengetahui bahwa dia bisa berbicara bahasa Rusia dengan baik, meskipun temannya Shekhar Manikandan dibebaskan setelah seminggu dan dideportasi kembali ke India. Namun, Jagadeeswaran tidak diizinkan kembali dengan alasan bahwa dia tidak bekerja sama dengan petugas imigrasi, tuduhan yang dibantah oleh istrinya.
Dibebaskan dari tahanan tetapi tidak dapat kembali
Jagadeeswaran dibebaskan setelah keluarganya menyewa seorang pengacara di Sochi untuk menangani kasusnya, setelah itu paspornya dikembalikan. Namun pihak berwenang Rusia diduga menahan dokumen perjalanan lainnya yang diperlukan untuk melakukan perjalanan di Rusia.
“Saat ini dia berada di bawah pengawasan pengacara Rusia yang kami sewa. Kedutaan Besar India di Moskow memberi tahu kami bahwa dia harus mencapai Moskow dari Sochi untuk kembali dengan selamat ke India. Namun, karena kurangnya dokumen yang tepat, dia tidak dapat pergi ke Kedutaan Besar India di Moskow,” katanya.
Dia menuduh Jagadeeswaran dilecehkan dan dipermalukan oleh pihak berwenang. “Dia tidak diberi makanan yang layak dan akibatnya, kondisi kesehatannya memburuk. Kadar gulanya turun hingga 1 persen,” katanya.
Dia mengatakan keluarga tersebut menghubungi Kementerian Luar Negeri di Delhi untuk mencari solusi tetapi tidak membuahkan hasil yang diinginkan. “Saya sudah menyampaikan pengaduan ke kantor BJP Tamil Nadu di sini,” katanya.
Suami 'ditahan', 'disiksa' di Rusia, wanita TN mencari bantuan pusat
