[ad_1]
Keputusan seorang pria yang tinggal di Bengaluru untuk kembali ke kampung halamannya di Bhubaneswar dengan jaring pengaman finansial setelah diberhentikan dari Oracle telah menjadi viral di media sosial. Kisahnya dibagikan di X oleh temannya Nayak Satya.
Mantan karyawan Oracle dengan pengalaman 14 tahun ini, menghadapi PHK mendadak. Alih-alih bereaksi stres, pria tersebut memilih kembali ke kampung halamannya, Bhubaneswar.
Satya menulis, “Tidak perlu panik, tidak perlu stres. Dia langsung kembali ke kampung halamannya, Bhubaneswar.” Pendekatan yang tenang, jelasnya, dimungkinkan oleh perencanaan keuangan yang cermat selama bertahun-tahun. Temannya telah berinvestasi dalam beberapa deposito pos, dua rekening gabungan masing-masing sebesar Rs 15 lakh, satu dengan orang tuanya dan satu lagi dengan istrinya, serta deposit tambahan atas nama anaknya. Bersama-sama, ini menghasilkan bunga bulanan hampir Rs 28.000.
Selain itu, ia memiliki simpanan tetap senilai sekitar Rs 30 lakh di bank-bank India, menghasilkan tambahan Rs 15.000 per bulan. Penghasilan pasif yang stabil ini berarti dia dapat menghidupi dirinya sendiri tanpa tekanan keuangan yang mendesak.
Sekembalinya ke rumah, dia tinggal bersama orang tuanya dan mulai bekerja sebagai pengemudi Uber sesuai keinginannya sendiri. Tanpa EMI atau pinjaman yang terkait dengan kehidupan kota, ia dapat fokus merencanakan langkah selanjutnya. Menurut postingan tersebut, dia kini menjajaki kemungkinan memulai bisnis kecil-kecilan dengan dukungan keluarga.
Lihat postingannya:
Satya menyoroti pendekatan ini sebagai “nuansa jadul,” dan mengatakan bahwa temannya menghindari mengikuti tren keuangan dan malah mengandalkan kebiasaan menabung. “Jadi orang-orang membuat rencana terlebih dahulu sehingga ketika diperlukan Anda tidak akan pernah gagal,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa hal yang paling penting adalah tetap bersiap dan tenang, apa pun situasinya.
Kisah ini muncul ketika PHK di industri teknologi, termasuk perusahaan seperti Oracle, telah berdampak pada banyak profesional, dan seringkali membuat mereka kesulitan mendapatkan stabilitas. Dalam konteks tersebut, laporan ini menawarkan perspektif yang kontras, yang menggarisbawahi nilai kesiapan keuangan dan pemikiran jangka panjang.
– Berakhir
