[ad_1]
Tiongkok bersiap menghadapi cuaca ekstrem selama satu tahun karena Kementerian Sumber Daya Air negara tersebut memperingatkan adanya dua ancaman: banjir besar dan kekeringan berkepanjangan sepanjang tahun 2026.
Kombinasi iklim ekstrem yang langka dan berbahaya ini diperkirakan akan melanda berbagai wilayah di negara ini secara bersamaan, didorong oleh perubahan pola cuaca dan kenaikan suhu global.
Musim banjir resmi dimulai pada tanggal 1 April, namun prakiraan cuaca sudah menimbulkan kekhawatiran.
Berbeda dengan norma sejarah, wilayah utara yang biasanya gersang diperkirakan akan menghadapi banjir besar.
Pergeseran ini menunjukkan bahwa topan, yang biasanya melanda pantai selatan, mungkin bergerak lebih jauh ke daratan dan utara dibandingkan biasanya.
MENGAPA CHINA UTARA RISIKO BANJIR?
Hujan lebat diperkirakan akan mempengaruhi lembah Sungai Songliao dan Sungai Hai antara bulan Juni dan Agustus.
Daerah-daerah ini biasanya tidak siap menghadapi banjir besar, sehingga infrastrukturnya menjadi sangat rentan.
Ketika kondisi atmosfer mendorong badai tropis jauh ke pedalaman, curah hujan yang dihasilkan dapat membanjiri sistem drainase lokal.
WILAYAH MANA DI TIONGKOK YANG MENGHADAPI KEKERINGAN PARAH?
Sementara bagian utara tenggelam, bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze mungkin menghadapi krisis yang berbeda.
Suhu tinggi dan curah hujan rendah diperkirakan akan memicu kekeringan hebat di wilayah tersebut, serta di Xinjiang utara.
Hal ini menciptakan sebuah paradoks dimana satu bagian negara tenggelam dan bagian lainnya kering.
BAGAIMANA CINA SELATAN AKAN TERPENGARUH?
Dari bulan April hingga Mei, Delta Sungai Mutiara dan provinsi seperti Fujian dan Zhejiang kemungkinan besar akan mengalami ketinggian air melebihi tanda peringatan.
Awal musim banjir ini menimbulkan risiko bagi pertanian dan pusat perkotaan.
Sementara itu, wilayah barat daya mungkin mengalami musim kemarau, sehingga mempersulit strategi pengelolaan air di seluruh negeri.
Para ilmuwan sering menyebut perubahan iklim sebagai penyebab perubahan iklim yang tidak menentu.
Saat atmosfer memanas, ia menahan lebih banyak kelembapan, sehingga menyebabkan hujan lebat, sekaligus mempercepat penguapan di area lain.
Tiongkok kini menghadapi tugas besar untuk mengelola kedua kondisi ekstrem ini secara bersamaan guna melindungi warga negaranya dan perekonomiannya.
– Berakhir
Dengarkan
